TITIK PUSPA “GALUH TABALONG ASLI”.

    Tujuh puluh tahun silam pada masa mendekati berakhirnya kejayaan penjajahan Belanda yaitu tahun 1938. Disebuah rumah sakit  perusahaan minyak milik Belanda dikota kecil Murung Pudak terdengarlah lengkingan jerit tangis dari jabang bayi perempuan yang terlahir dari rahim seorang ibu. Orang tuanya pekerja kesehatan pada perusahaan minyak disitu.


    Hari ini tiada seorangpun mengerti bahwa jeritan tangis bayi perempuan tersebut terus membahana dan seterusnya diseantero lautan, lembah ngarai, gunung gemunung membuai orang didesa maupun didangau terlebih lagi mereka yang tinggal diperkotaan. Ya seantero Nusantara bahkan dunia pada zaman keemasannya siapa yang tidak kenal akan musisi cewek, penyanyi handal dialah Titik Puspa “DIVA” nya Indonesia dalam dunia tarik suara. Dengan suara Bariton yang sangat merdu jadilah dia tak tertandingi dalam masa kejayaannya ditambah kejeniusan dalam mencipta lagu sehingga mendapat pujian dari composer muda berbakat Mely Guslaw   bahwa ciptaan Titik Puspa banyak yang “Nyaris Sempurna”,  salah satunya ialah lagu “Cinta”.
    Walau dia berasal dari keturunan suku Jawa tapi tak ada daerah di pulau Jawa yang berani mengakui bahwa Titik Puspa kelahiran daerah sana. Karena dengan tegas  dia menjelaskan bahwa dia adalah kelahiran Murung Pudak, Tanjung propinsi Kalimantan Selatan. Dia adalah Putri Bangsa Indonesia yang sanggup mengharumkan kearifan Nasional dimata Dunia.
    Tapi terpikirkah oleh kita selaku putra putri daerah Tanjung khususnya maupun propinsi Kalimantan Selatan umumnya untuk mengundang beliau pulang kampung guna menghubungkan benang merah sejarah antara Titik Puspa wong desa Murung Pudak dan Titik Puspa “Diva” music Indonesia. Tidak keliru kalau Pemkab Tabalong mengundang beliau. Bukan mengkultuskan individu dia tapi coba menghargai jasa jasanya dalam mengharumkan nama daerah. Mari monumentalkan namanya untuk sebuah gedung, sebuah taman ataupun nama jalan raya. Siapa tahu akan terlahir dari benaknya   sebuah lagu khusus mengenang kampung halaman dengan judul “Murung Pudak Rumah Kelahiranku, Rumah Tempat Tinggalku Nan Abadi”.
    Kehadiran Mbak Titik Puspa didunia tarik suara terasa bak fenomena alam yang aduhai, sekejap rasanya waktu yang berlalu tapi berkesan dalam sejarah dunia tarik suara Indonesia.
    Dalam tulisan ini dengan segala kerendahan hati saya coba ketok pintu hati: Yth. Bpk Rudi Arifin Gubernur Kal Sel, juga Yth. Bpk Bupati Kabupaten Tabalong dan Yth. Putra Putri Masyarakat Kalimantan Selatan yang tercinta.

Banjarmasin, 29 April 2008. Oleh Amri Rasyidi.                   
Disalin 15 December 2010. Dikirim ke Gubernur Kalsel. Pemda Kabupaten Tabalong dan harian Barito Pos.
Tag : Budaya
1 Comments for " TITIK PUSPA “GALUH TABALONG ASLI”."

sang diva titik puspa.legendaris yang membahana

Terima Kasih Atas Komentar yang Diberikan [No SPAM, No PORN, No SARA]...

Back To Top